Valentine Penuh Cinta dalam Kegiatan Art & Craft Bersama Oma Opa
Tepat pada Hari Valentine (Sabtu, 14/02/2026), Rumah Kencana memilih merayakan hari penuh cinta dengan cara yang berbeda melalui kegiatan Art & Craft bersama oma opa di Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta. Momentum Valentine yang identik dengan ungkapan kasih sayang dimaknai sebagai kesempatan berbagi perhatian dan kehangatan kepada para lansia. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi yang tidak hanya berisi aktivitas kreatif, tetapi juga sarat nilai sosial dan emosional. Melalui pendekatan seni, Rumah Kencana kembali menegaskan fokusnya pada bidang seni, pendidikan, dan sosial dengan menghadirkan kegiatan yang menyentuh hati.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Yayasan Griya PMI Surakarta, Ibu Eny Wulandari. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pertemuan di hari Valentine ini diharapkan menjadi simbol cinta yang diwujudkan melalui aksi nyata. Setelah itu, peserta dibagi menjadi lima kelompok besar, masing-masing terdiri dari 5-6 relawan dan 2-3 oma opa agar interaksi dapat terjalin lebih dekat dan personal. Kegiatan inti berupa menghias celengan dipilih sebagai media berkarya. Celengan melambangkan harapan, perencanaan, dan nilai kebaikan yang disimpan sedikit demi sedikit. Secara simbolis, kegiatan ini mengajak oma opa untuk kembali merasakan semangat berkarya sekaligus menanamkan makna bahwa setiap karya kecil memiliki nilai yang berharga. Selain itu, bentuk celengan yang sederhana dan mudah dihias membuatnya ramah bagi berbagai kondisi fisik lansia, sehingga semua dapat berpartisipasi tanpa merasa terbebani.
Sumber : Dokumen Pribadi
Selama proses menghias, suasana terasa hangat dan penuh cerita. Para relawan yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, hingga anak sekolah mendampingi oma opanya dengan sabar. Ada yang berbincang tentang masa muda, ada yang mendengarkan kisah keluarga, dan ada pula yang membantu melukiskan celengan ketika tangan oma opa mulai lelah. Aktivitas ini bukan hanya melatih kreativitas, tetapi juga menjadi stimulasi motorik halus serta terapi emosional yang membantu lansia merasa dihargai dan diperhatikan. Inilah bentuk nyata kegiatan seni ala Rumah Kencana, di mana proses kebersamaan menjadi nilai utama selain hasil karya.
Setelah sesi menghias selesai, kegiatan dilanjutkan dengan karaoke bersama. Seluruh peserta membentuk lingkaran besar sebagai simbol kebersamaan dan cinta yang setara. Karaoke dilakukan sebanyak tiga kali dengan lagu pilihan langsung dari oma opa. Lagu-lagu tersebut membangkitkan kenangan indah dan menghadirkan senyum yang tulus di wajah mereka. Sesi ini bertujuan untuk menciptakan suasana bahagia, mempererat kedekatan emosional, serta memberikan ruang ekspresi yang menyenangkan bagi para lansia di hari yang spesial.
Menjelang akhir acara, relawan menyampaikan kata perpisahan secara langsung kepada masing-masing oma opa sambil memberikan buah tangan sebagai simbol kasih di Hari Valentine. Momen ini menjadi pengingat bahwa cinta tidak selalu berbentuk materi, tetapi dapat hadir melalui waktu dan perhatian yang diberikan dengan sepenuh hati. Setelah itu, seluruh relawan berkumpul dan tiga orang diminta menyampaikan kesan dan pesan mereka. Sesi refleksi ini menjadi bagian penting dari pembelajaran sosial, karena para relawan menyadari bahwa mereka tidak hanya memberi, tetapi juga menerima pelajaran berharga tentang ketulusan dan makna kebersamaan.
Kegiatan Valentine ini menjadi bukti bahwa Rumah Kencana mampu mengemas perayaan menjadi aktivitas yang berdampak. Melalui seni dan interaksi hangat, Rumah Kencana menghadirkan ruang ekspresi, terapi emosional, sekaligus penguatan nilai sosial. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari lebih banyak kegiatan penuh kasih di masa mendatang, dan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk berbagi, berkarya, serta tumbuh bersama dalam semangat cinta yang nyata.
Sumber : Dokumen Pribadi


Comments
Post a Comment